Jumat, 16 November 2012

Anggaran Dasar Tahun 2011-2012

<!--[if gte mso 9]> asus Normal User 2 68 2012-11-17T04:51:00Z 2012-11-17T04:51:00Z 6 1265 7212 60 16 8461 12.00 <![endif]
KESATUAN AKSI MAHASISWA MUSLIM INDONESIA  (KAMMI)
ANGGARAN DASAR
MUQODDIMAH
Bismillahirrohmaanirrohim
            Puji  dan  syukur  kepada  Allah  SWT.  Shalawat  dan  salam  kepada  Nabi  Muhammad  SAW. Sesungguhnya  hakekat  penciptaan  manusia  adalah  untuk  menjadi  khalifah  Allah  di  muka bumi. Peradaban di muka bumi akan tegak dan sempurna manakala amanah itu ditunaikan dalam  kerangka  penyembahan  dan  pengabdian  kepada  Allah  sebagai  pribadi  muslim.
Kaum muslimin adalah pemegang hak atas peradaban dunia yang dibangun atas nilai-nilai tauhid. Oleh karena itu, seorang muslim memiliki kewajiban asasi untuk berdakwah amar ma’ruf nahi munkar menegakkan kalimat tauhid. Dakwah tauhid adalah tugas suci seorang muslim    untuk    menyadarkan,    membebaskan,    dan    memerdekakan    manusia    dari penghambaan kepada manusia dan materi menuju penghambaan yang sejati yaitu kepada Allah yang Maha Pencipta, dengan mengajak kepada kebenaran, menegakkan keadilan, dan mencegah kebathilan dengan cara yang ma’ruf.
Sesungguhnya  mahasiswa  adalah  entitas  intelektual  yang  menempati  posisi  strategis dalam  perjalanan  sejarah  perjuangan  bangsa  Indonesia.  Mahasiswa  adalah  agen-agen pengubah,  pilar-pilar  keadilan  dan  kebenaran,  teladan  perjuangan,  dan  aset  masa  depan bangsa Indonesia. 
Kaum muslimin adalah bagian terbesar bangsa Indonesia, sehingga masa depan bangsa Indonesia  akan  ditentukan  oleh  peran-peran  sejarah  kaum  muslimin.  Sementara  itu, sejarah  Indonesia  adalah  sejarah  tirani,  penindasan,  dan  kedzaliman  atas  rakyatnya yang mustadh’afin,  termiskinkan,  dan  terpinggirkan.  Sejarah  kelam  tersebut  pada  penghujung abad  ke-20—pada  tahun  1998—telah  mencapai  puncaknya.  Oleh  karena  itu,  sebagai manifestasi  dari  jiwa  perjuangan  Islam  dan  semangat  perjuangan  mahasiswa,  maka pada tanggal  1  Dzulhijjah  1418  H  bertepatan  dengan  29  Maret  1998  M,  Mahasiswa  Muslim Indonesia  sebagai  Aktivis  Dakwah  Kampus  di  seluruh  Indonesia  menghimpun  diri dalam sebuah  wadah  perjuangan  yang  bernama  Kesatua  Aksi  Mahasiswa  Muslim  Indonesia (KAMMI). 
KAMMI meyakini bahwa Islam adalah rahmat bagi bangsa Indonesia dan bagi seluruh alam, karena Islam adalah agama Allah yang sempurna dan paripurna, yang telah meliputi seluruh aspek   kemanusiaan.   Sehingga   KAMMI   dengan   potensi   keimanan,   keislaman, intelektual, dan kecendekiawanan sebagai anugerah Allah SWT meletakkan dirinya sebagai kawah  candradimuka  untuk  menciptakan  pemimpin-pemimpin  bangsa  Indonesia  masa depan yang tangguh dalam upaya mewujudkan bangsa dan negara yang Islami di Indonesia sehingga terbentuk bangsa dan negara Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur dalam lindungan ampunan Allah SWT. Untuk  mewujudkan  cita-cita  luhur  tersebut,  maka  KAMMI  melandaskan  dirinya  pada  Anggaran Dasar sebagai berikut:
 


BAB I
NAMA, WAKTU DAN TEMPAT KEDUDUKAN

Pasal 1
Nama
Organisasi ini bernama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, disingkat KAMMI
Pasal 2
Waktu
KAMMI didirikan di Malang pada tanggal 1 Dzulhijjah 1418 H bertepatan dengan 29 Maret
1998 M, sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Pasal 3
Tempat Kedudukan
KAMMI berkedudukan di negara Indonesia dan berpusat di ibukota negara Indonesia.


BAB II
ASAS, SIFAT, VISI, DAN MISI
Pasal 4
Asas
KAMMI berasaskan Islam
Pasal 5
Sifat
Organisasi ini bersifat terbuka dan independen
Pasal 6
Visi
Wadah  perjuangan  permanen  yang  akan  melahirkan  kader-kader  pemimpin  dalam upaya mewujudkan bangsa dan negara Indonesia yang Islami.
Pasal 7
Misi
<![if !supportLists]>(1)   <![endif]>Membina keislaman, keimanan, dan ketakwaan mahasiswa muslim Indonesia.
<![if !supportLists]>(2)   <![endif]>Menggali,  mengembangkan,  dan  memantapkan  potensi  dakwah,  intelektual,  sosial, politik, dan kemandirian ekonomi mahasiswa.
<![if !supportLists]>(3)   <![endif]>Memelopori   dan   memelihara   komunikasi,   solidaritas,   dan   kerjasama   mahasiswa Indonesia dalam menyelesaikan permasalahan bangsa dan negara.
<![if !supportLists]>(4)   <![endif]>Mencerahkan  dan  meningkatkan  kualitas  masyarakat  Indonesia  menjadi  masyarakat yang rabbani, madani, adil, dan sejahtera.
<![if !supportLists]>(5)   <![endif]>Mengembangkan   kerjasama   antar   elemen   bangsa   dan   negara   dengan   semangat membawa  kebaikan,  menyebar  manfaat,  dan  mencegah  kemungkaran  (amar  ma’ruf nahi munkar).

BAB III
STATUS
Pasal 8
Status
KAMMI adalah organisasi kemasyarakatan

BAB IV
KEANGGOTAAN
Pasal 9
Definisi Keanggotaan
Anggota  KAMMI  adalah  Mahasiswa  Muslim  Indonesia  yang  terdaftar  pada  Perguruan Tinggi  di  seluruh  Indonesia  maupun  luar   negeri  dan  telah  memenuhi  syarat-syarat keanggotaan.
Pasal 10
Kategori Anggota
Anggota KAMMI terdiri atas: a.   Anggota Biasa dan b.   Anggota Kehormatan

BAB V
KEORGANISASIAN
Pasal 11
Struktur Pengurus Organisasi
<![if !supportLists]>(1)   <![endif]>Struktur  dan  Pengurus  KAMMI  terdiri  atas  Pengurus  Pusat  (PP),  Pengurus  Wilayah (PW), Pengurus Daerah (PD), dan Pengurus Komisariat (PK).
<![if !supportLists]>(2)   <![endif]>PP dipimpin oleh Ketua Umum PP KAMMI, PW dipimpin oleh Ketua Umum PW KAMMI, PD  dipimpin  oleh  Ketua  Umum  PD  KAMMI,  dan  PK  dipimpin  oleh  Ketua  Umum  PK KAMMI.
Pasal 12
Majelis Permusyawaratan dan Dewan Penasehat
Untuk  menjaga  keteraturan,  kesinambungan,  serta  kesesuaian  gerak  langkah  KAMMI dengan  visi  dan  misi  organisasi,  maka  dibentuk  Majelis  Permusyawaratan  dan  Dewan Penasehat di tingkat PP KAMMI dan PD KAMMI .
Pasal 13
Badan-Badan Khusus
Apabila dianggap perlu demi pencapaian visi dan misi organisasi dalam bidang khusus dan
tugas khusus maka para pengurus KAMMI dapat membentuk Badan-Badan Khusus
Pasal 14
Lembaga Semi Otonom
Apabila dianggap perlu demi pencapaian visi dan misi organisasi untuk meningkatkan dan
mengembangkan   keahlian   dan   profesionalisme   anggota   dan   peran   pemberdayaan
masyarakat   dalam   bidang   tertentu   maka   para   pengurus   KAMMI   dapat   membentuk
Lembaga Semi Otonom.

BAB VI
PERMUSYAWARATAN
Pasal 15
Jenis-jenis Permusyawaratan
Rapat-rapat permusyawaratan dalam KAMMI meliputi: muktamar, musyawarah dan rapat,
serta bentuk-bentuk pertemuan lainnya yang dianggap perlu.
Pasal 16
Definisi Permusyawaratan
Yang dimaksud Permusyawaratan adalah mekanisme pengambilan keputusan yang
memiliki ketetapan mengikat ke dalam dan keluar organisasi
Pasal 17
Hirarki Permusyawaratan
  1. Permusyawaratan tertinggi KAMMI berada pada Muktamar KAMMI.
  2. Permusyawaratan  tertinggi  di  KAMMI  Wilayah  berada  pada  Musyawarah  Wilayah KAMMI 
  3. Permusyawaratan tertinggi di KAMMI Daerah berada pada Musyawarah Daerah KAMMI 
  4. Permusyawaratan tertinggi di KAMMI Komisariat berada pada Musyawarah Komisariat KAMMI.

BAB VII
KEUANGAN
Pasal 18
Keuangan
  1. Keuangan KAMMI dikelola dengan prinsip halal, transparan, bertanggungjawab, efektif, efisien, dan berkesinambungan.
  2. Keuangan KAMMI diperoleh dari: uang pangkal, iuran wajib anggota, wakaf, zakat, infaq, shadaqah, dan usaha-usaha halal yang dikelola KAMMI serta sumbangan-sumbangan lain yang halal, tidak mengikat dan tidak melanggar hukum Islam. 

BAB VIII
PERUBAHAN DAN PENETAPAN
Pasal 19
Perubahan dan Penetapan Anggaran Dasar
<![if !supportLists]>1)      <![endif]>Perubahan  Anggaran  Dasar  KAMMI  hanya  dapat  dilakukan  di  Muktamar  apabila perubahan  tersebut  disetujui  oleh  minimal  2/3  jumlah  KAMMI  Daerah  yang  hadir  di muktamar.
<![if !supportLists]>2)      <![endif]>Penetapan Anggaran Dasar KAMMI dilakukan melalui Muktamar.


BAB IX PEMBUBARAN
Pasal 20
Pembubaran
<![if !supportLists]>1)      <![endif]>Pembubaran  KAMMI  dilakukan  melalui  muktamar  luar  biasa  yang  diadakan  khusus untuk agenda tersebut. 
<![if !supportLists]>2)      <![endif]>Muktamar luar biasa tersebut dalam ayat (1) diusulkan oleh Pengurus Pusat KAMMI dan disetujui serta dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari KAMMI Daerah.
<![if !supportLists]>3)      <![endif]>Keputusan  pembubaran  ditetapkan  apabila  disetujui  oleh  sekurang-kurangnya  2/3 jumlah KAMMI Daerah yang hadir.
<![if !supportLists]>4)      <![endif]>Apabila KAMMI dibubarkan, maka seluruh harta kekayaan organisasi diserahkan kepada badan-badan atau lembaga-lembaga Islam yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan, sosial budaya, dan pemberdayaan kaum dhuafa.

BAB X
ATURAN TAMBAHAN
Pasal 21
Aturan Tambahan
Hal yang belum diatur, ditetapkan, ataupun dirinci dalam Anggaran Dasar ini diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB XI
PENUTUP
Pasal 22
Penutup
Anggaran Dasar ini ditetapkan di Bekasi pada Muktamar I, Oktober 1998, dan diperbaharui pada:  Muktamar  II  di  Yogyakarta,  November  2000;  Muktamar  III  di  Lampung,  November 2002;  Muktamar  IV  di  Samarinda,  28  September  2004;  Muktamar  V  di  Palembang,  16 September 2006; Muktamar VI di Makasar, 7 November 2008; dan Muktamar VII di Banda Aceh, 17 Maret 2011.


-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar